7. Manusia dan Pandangan Hidup

Symbol Keyakinan (by google)
Bertempat tinggal di Jakarta, berarti sebagai bagian dari masyarakat Jakarta, atau lebih dikenal masyarakat kota, bisa pula disebut orang kota. Berbagai ragam suku bangsa berada disana, bermacam agama dan keyakinan dapat tumbuh pada masyarakat Jakarta, berdampingan bertetangga. Banyak dari sebagian daerah lain berdatangan untuk mengadu nasib di Jakarta. Kecendrungan untuk penghidupan yang baik dari persaingan dan mendapatkan kesempatan pekerjaan menjadi suatu yang diburu.
Ditambah pula banyaknya sarana dan prasaran, baik yang berbentuk hiburan,instansi pemerintahan, rekreasi dan berbagai macam bentuk media sajian lainnya.
Setidaknya menjadi gambaran budaya dari masyarakat Jakarta yang modern, mengutamakan gaya hidup, kecendrungan mengikuti perkembangan mode atau jaman. Lingkup sosial masyarakat yang mengubah secara perlahan menjadi pandangan hidup yang abstrak artinya pandangan hidup yang semu. Pandangan hidup masyarakat yang kota senderung pada keyakinan diri sendiri, keluarga, dan kelompok-kelompok, bukan pada masyarakat dimana bertempat tinggal.

Banyaknya ormas-ormas masyarakat, partai-partai politik, keyakinan agama yang dianut, dan tumbuhnya aliran kepercayaan yang tersembunyi, jelas akan mempengaruhi pandangan hidup masyarakat kota. Tempat tinggal yang berada pada lingkungan komplek, terjaga oleh tingginya pagar rumah, kemewahan yang menjulang, kemiskinan yang membelit, menjadi ketimpangan dalam hidup bersosial dan berbudaya.
Ketimpangan dan kemajemukan ini mengakibatkan kurang rasa kebersamaan, hidup bertengga yang tidak saling kenal saatu dengan lainnya, tidak adanya suatu pengikat akan budaya masyarakat dan pandangan hidup akan cita-cita bersama, tidak adanya panutan masyarakat yang membawa kebajikan dalam tatanan masyarakat yang bersikap dan berpandangan.
Lain di kota lain pula di desa atau daerah, lain Jakarta lain pula di pinggiran Kota Depok. Disuatu daerah dengan berpegang pada landasan agama yang kuat, dan masih banyak para pengambil kebijakan-kebijakan dalam hal pandangan hidup mayarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau ulama-ulama yang mementingkan masyarakat yang berpegang teguh pada agama Islam, masih terjaga dan terus terjalin.
Para ulama atau tokoh masyarakat dan masyarakat ini sendiri mengikrarkan dalam pandang hidup bersama sebagai pandangan hidup muslim, yang setia pada ajaran-ajaran Islam. Islam sendiri mengajarkan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dari berbagai masalah atau persoalan hidup manusia di bumi ini.
Dan Al-Quran itu adalah kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat”.(Q.S. surat Al-An’aam; 155).
oleh: sungadi\

Komentar